Rabu, 27 Mei 2015

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Plafon Kredit Dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decissio Making)

ABSTRAK

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatnnya tidak memberikan

 Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit pada PD.BPR BKK

Boyolali cabang Simo ini dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decission Making)

menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) dengan kriteria yang telah

ditentukan. Metode pengembangan sistem mengggunakan RUP (Rational Unified

Process). Alat bantu perancangan menggunakan UML(Business Use case, Use case,

Activity Diagram dan Class Diagram). Bahasa pemrograman menggunakan PHP dan

 Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating

kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut dan membutuhkan proses normalisasi

matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating

alternatife yang ada. Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit dibuat untuk

membantu dan mempermudah pihak pengambil keputusan memberikan alternatif-
alternatif dalam hal di setujui atau tidaknya pengajuan kredit oleh pemohon kredit.
Jenis Dan Sumber Data

Selama penelitian di PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo penulis dapat

mengumpulkan beberapa data, antara lain:

a. Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh

peneliti perorangan maupun organisasi. Penulis disini memperoleh data dengan

mewawancarai langsung dari beberapa pegawai di PD. BPR BKK Boyolali cabang

Simo.

b. Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian.

Penulis disini mendapatkan data dari studi literatur.

Metode pengumpulan data

 Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

a. Studi Literatur

Studi ini dimaksudkan untuk pengumpulan dan memperoleh data sekunder dengan

cara mempelajari, membaca dan mencatat literatur dari beberapa buku yang

berkaitan dengan permasalahan di atas.

b. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung

terhadap permasalahan yang diambil. Penulis melakukan penelitian tentang

pemberian plafon kredit.

c. Interview

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 62

 Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang

ada kaitannya dengan topik yang diambil. Penulis melakukan interview

dengan suharno, sri utanto bagian staf kredit dan yanuariyanto bagian pemasaran.

Metode Pengembangan Sistem

 Teknik pengembangan sistem menggunakan metode RUP (Rational Unified

Process). Tahapan-tahapan yang terdapat dalam metode RUP sebagai berikut (Rosa dan

Shalahuddin, 2011):

a. Inception (permulaan)

Tahap ini lebih pada memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan

kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis

kebutuhan user. Tahap yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Memahami ruang lingkup dari proyek (biaya, waktu, kebutuhan, dan resiko).

2. Membangun kasus bisnis yang dibutuhkan.

b. Elaboration (perluasan)

Tahap ini lebih difokuskan pada perencanaan arsitektur sistem. Tahap ini juga

mendeteksi apakah arsitektur sistem yang diinginkan dapat dibuat atau tidak. Tahap

ini lebih pada analisis dan desain sistem pembuatan alur sistem, permodelan diagram

UML (Business Use case, Use case diagram, Diagram Activity, dan Class Diagram),

arsitektur sistem serta implementasi sistem yang fokus pada purwarupa

sistem(prototype)

c. Construction (konstruksi)

Tahap ini lebih pada implementasi dari hasil desain dan pengujian sistem yang fokus

pada implementasi perangkat lunak pada kode program. Disini penulis dalam

pengkodean menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL dan

pengujian menggunakan metode blac box.

d. Transition (transisi)

Tahap ini menghasilkan produk perangkat lunak dan fokus pada pelatihan user,

pemeliharaan.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Inception(Permulaan)

Tahap ini memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan

kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis

kebutuhan user. Tahap yang dilakukan yaitu memahami ruang lingkup proyek(biaya,

waktu, teknik, resiko dan kebutuhan)

Kelayakan Jadwal(Schedule feasibility)

 Dalam sebuah proyek dibutuhkan penjadwalan guna untuk menentukan apakah

tenggat waktu itu bersifat perintah atau keinginan. Sistem pendukung keputusan

penentuan plafon kredit yang di kembangkan harus dapat beroperasi dalam waktu yang

telah direncanakan. Berdasarkan perkiraan waktu jadwal kegiatan digambarkan dengan

diagram PERT sebagai berikut:

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 63

Gambar Diagram Pert Estimasi Waktu Pengujian Proyek

Keterangan:

a. : Jalur kritis

b. : Jalur kegiatan

c. Waktu yang dibutuhkan untuk pengujian proyek adalah 31 minggu.

 Kelayakan Teknis(Technical feasibility)

 Sistem pendukung keputusan penentuan plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali

cabang simo dapat dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan mesin

basis data MySQL. Software yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi tersebut adalah

sebagai berikut :

Tabel Kebutuhan Perangkat Lunak

Jenis Kterangan

Sistem operasi Microsoft Windows XP

Software Microsoft Windows office 2007

Software Rapid Php dan xampp

Database Mysql

Hardware yang digunakan untuk membangun Sistem pendukung keputusan penentuan

plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali cabang simo membutuhkan seperangkat

komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :

Tabel Kebutuhan Perangkat Keras

komponen Keterangan

Processor pentium 3

Ram 512 MB

Hardisk 120 GB

Monitor CRT HP “15

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 64

Analisis Resiko (risk analysis)

 Analisis resiko atau risk analysis dapat diartikan sebagai sebuah prosedur untuk

mengenali suatu ancaman dan kerentanan, kemudian menganalisanya untuk memastikan

hasil pembongkaran, dan menyoroti bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan dapat

dihilangkan atau dikurangi. Analisis resiko juga dipahami sebagai sebuah proses untuk

menentukan pengamanan macam apa yang cocok atau layak untuk sebuah sistem atau

lingkungan. Berikut jenis resiko yang mungkin akan terjadi.

Jenis Resiko Kemungkinan Resiko

Teknologi Kecepatan Database-Engine yang digunakan tidak dapat melakukan

Tabel Perkiraan resiko

Personal Tidak dimungkinkannya melakukan recruitment staff yang memiliki

Organisasi Organisasi direstrukturisasi sehingga manajemen yang berbeda

Tools Code yang dibangkitkan oleh Tool tidak efisien CASE tool tidak dapat

Kebutuhan-
kebutuhan

Estimasi Perkiraan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan projek

proses transaksi sebanyak yang dinginkan, Terdapat kerusakan pada

komponen software yang digunakan sehingga tidak sesuai dengan

fungsinya

kemampuan sesuai dengan yang diingikan. Tidak tersedianya tempat

training untuk staff yang dibutuhkan

bertanggung jawab ke projek. Masalah dalam keuangan organisasi

mengakibatkan menurunkan biaya-biaya

diintegrasikan

Perubahan kebutuhan mengakibatkan perancangan ulang Tidak

pahamnya pelanggan terhadap dampak perubahan kebutuhan

terlalu rendah. Perkiraan jumlah perbaikan kerusakan terlalu rendah

Perkiraan ukuran sistem software terlalu rendah

Analisis Sistem

 Merupakan suatu metode pengembangan sistem yang harus dipenuhi. Salah

satunya yaitu mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan

didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Metode

digunakan untuk melakukan pengembangan sistem pendukung keputusan penentuan

plafon kredit dengan identifikasi masalah microsoft exel, dimana sistem pengolahan data

belum terintegrasi dengan database sehingga memerlukan waktu yang lama dalam proses

pemberian kredit dan apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan pembahasan kredit,

maka harus menginputkan data lagi. Oleh sebab itu penulis memberikan solusi yaitu

menganalisa, merancang dan membuat sistem pendukung keputusan penentuan plafon

kredit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar