ABSTRAK
Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatnnya tidak memberikan
Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit pada PD.BPR BKK
Boyolali cabang Simo ini dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decission Making)
menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) dengan kriteria yang telah
ditentukan. Metode pengembangan sistem mengggunakan RUP (Rational Unified
Process). Alat bantu perancangan menggunakan UML(Business Use case, Use case,
Activity Diagram dan Class Diagram). Bahasa pemrograman menggunakan PHP dan
Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating
kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut dan membutuhkan proses normalisasi
matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating
alternatife yang ada. Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit dibuat untuk
membantu dan mempermudah pihak pengambil keputusan memberikan alternatif-
alternatif dalam hal di setujui atau tidaknya pengajuan kredit oleh pemohon kredit.
Jenis Dan Sumber Data
Selama penelitian di PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo penulis dapat
mengumpulkan beberapa data, antara lain:
a. Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh
peneliti perorangan maupun organisasi. Penulis disini memperoleh data dengan
mewawancarai langsung dari beberapa pegawai di PD. BPR BKK Boyolali cabang
Simo.
b. Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian.
Penulis disini mendapatkan data dari studi literatur.
Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Studi Literatur
Studi ini dimaksudkan untuk pengumpulan dan memperoleh data sekunder dengan
cara mempelajari, membaca dan mencatat literatur dari beberapa buku yang
berkaitan dengan permasalahan di atas.
b. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung
terhadap permasalahan yang diambil. Penulis melakukan penelitian tentang
pemberian plafon kredit.
c. Interview
Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 62
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang
ada kaitannya dengan topik yang diambil. Penulis melakukan interview
dengan suharno, sri utanto bagian staf kredit dan yanuariyanto bagian pemasaran.
Metode Pengembangan Sistem
Teknik pengembangan sistem menggunakan metode RUP (Rational Unified
Process). Tahapan-tahapan yang terdapat dalam metode RUP sebagai berikut (Rosa dan
Shalahuddin, 2011):
a. Inception (permulaan)
Tahap ini lebih pada memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan
kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis
kebutuhan user. Tahap yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Memahami ruang lingkup dari proyek (biaya, waktu, kebutuhan, dan resiko).
2. Membangun kasus bisnis yang dibutuhkan.
b. Elaboration (perluasan)
Tahap ini lebih difokuskan pada perencanaan arsitektur sistem. Tahap ini juga
mendeteksi apakah arsitektur sistem yang diinginkan dapat dibuat atau tidak. Tahap
ini lebih pada analisis dan desain sistem pembuatan alur sistem, permodelan diagram
UML (Business Use case, Use case diagram, Diagram Activity, dan Class Diagram),
arsitektur sistem serta implementasi sistem yang fokus pada purwarupa
sistem(prototype)
c. Construction (konstruksi)
Tahap ini lebih pada implementasi dari hasil desain dan pengujian sistem yang fokus
pada implementasi perangkat lunak pada kode program. Disini penulis dalam
pengkodean menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL dan
pengujian menggunakan metode blac box.
d. Transition (transisi)
Tahap ini menghasilkan produk perangkat lunak dan fokus pada pelatihan user,
pemeliharaan.
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Inception(Permulaan)
Tahap ini memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan
kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis
kebutuhan user. Tahap yang dilakukan yaitu memahami ruang lingkup proyek(biaya,
waktu, teknik, resiko dan kebutuhan)
Kelayakan Jadwal(Schedule feasibility)
Dalam sebuah proyek dibutuhkan penjadwalan guna untuk menentukan apakah
tenggat waktu itu bersifat perintah atau keinginan. Sistem pendukung keputusan
penentuan plafon kredit yang di kembangkan harus dapat beroperasi dalam waktu yang
telah direncanakan. Berdasarkan perkiraan waktu jadwal kegiatan digambarkan dengan
diagram PERT sebagai berikut:
Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 63
Gambar Diagram Pert Estimasi Waktu Pengujian Proyek
Keterangan:
a. : Jalur kritis
b. : Jalur kegiatan
c. Waktu yang dibutuhkan untuk pengujian proyek adalah 31 minggu.
Kelayakan Teknis(Technical feasibility)
Sistem pendukung keputusan penentuan plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali
cabang simo dapat dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan mesin
basis data MySQL. Software yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi tersebut adalah
sebagai berikut :
Tabel Kebutuhan Perangkat Lunak
Jenis Kterangan
Sistem operasi Microsoft Windows XP
Software Microsoft Windows office 2007
Software Rapid Php dan xampp
Database Mysql
Hardware yang digunakan untuk membangun Sistem pendukung keputusan penentuan
plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali cabang simo membutuhkan seperangkat
komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :
Tabel Kebutuhan Perangkat Keras
komponen Keterangan
Processor pentium 3
Ram 512 MB
Hardisk 120 GB
Monitor CRT HP “15
Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 64
Analisis Resiko (risk analysis)
Analisis resiko atau risk analysis dapat diartikan sebagai sebuah prosedur untuk
mengenali suatu ancaman dan kerentanan, kemudian menganalisanya untuk memastikan
hasil pembongkaran, dan menyoroti bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan dapat
dihilangkan atau dikurangi. Analisis resiko juga dipahami sebagai sebuah proses untuk
menentukan pengamanan macam apa yang cocok atau layak untuk sebuah sistem atau
lingkungan. Berikut jenis resiko yang mungkin akan terjadi.
Jenis Resiko Kemungkinan Resiko
Teknologi Kecepatan Database-Engine yang digunakan tidak dapat melakukan
Tabel Perkiraan resiko
Personal Tidak dimungkinkannya melakukan recruitment staff yang memiliki
Organisasi Organisasi direstrukturisasi sehingga manajemen yang berbeda
Tools Code yang dibangkitkan oleh Tool tidak efisien CASE tool tidak dapat
Kebutuhan-
kebutuhan
Estimasi Perkiraan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan projek
proses transaksi sebanyak yang dinginkan, Terdapat kerusakan pada
komponen software yang digunakan sehingga tidak sesuai dengan
fungsinya
kemampuan sesuai dengan yang diingikan. Tidak tersedianya tempat
training untuk staff yang dibutuhkan
bertanggung jawab ke projek. Masalah dalam keuangan organisasi
mengakibatkan menurunkan biaya-biaya
diintegrasikan
Perubahan kebutuhan mengakibatkan perancangan ulang Tidak
pahamnya pelanggan terhadap dampak perubahan kebutuhan
terlalu rendah. Perkiraan jumlah perbaikan kerusakan terlalu rendah
Perkiraan ukuran sistem software terlalu rendah
Analisis Sistem
Merupakan suatu metode pengembangan sistem yang harus dipenuhi. Salah
satunya yaitu mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan
didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Metode
digunakan untuk melakukan pengembangan sistem pendukung keputusan penentuan
plafon kredit dengan identifikasi masalah microsoft exel, dimana sistem pengolahan data
belum terintegrasi dengan database sehingga memerlukan waktu yang lama dalam proses
pemberian kredit dan apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan pembahasan kredit,
maka harus menginputkan data lagi. Oleh sebab itu penulis memberikan solusi yaitu
menganalisa, merancang dan membuat sistem pendukung keputusan penentuan plafon
kredit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar